Hukum Sekolah Di Sekolah Kristen, Boleh atau Terlarang ?

BERITA AKTUAL ISLAM.COM,JAKARTA – – hukum sekolah di sekolah kristen,Hukum Sekolah Di Non Muslim, Hukum Mengajar Di Sekolah Non Muslim, Hukum Bersekolah Di Sekolah Non Muslim, Hukum Menyekolahkan Anak Di Sekolah Non Muslim, Hukum Sekolah di Sekolah Non Muslim, tips memilih sekolah

TANYA : 

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, sekarang adalah tahun kedua anak saya sekolah. Sebelumnya saya pindahan dari kota A ke kota B. Untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang bagus, saya memasukkan anak di sekolah non Islam dimana mayoritas siswanya non muslim. Secara akademik atau intelektualnya tumbuh dengan sempurna. Anak saya tergolong cerdas. Namun setelah berjalan setahun ini, saya mulai ragu dengan perkembangan khususnya spiritualnya. Hal ini karena setiap pagi, semua anak didik diharuskan berdoa (dengan cara keyakinan mereka), termasuk anak saya yang notabene beragama Islam. Bagaimana saya harus bersikap? Apakah perlu memindahkan sekolah? Mohon nasihatnya dari pak ustadz. Terima kasih ( A via fb )

 

 JAWAB:

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Setiap orangtua pasti menginginkan anak-anaknya mempunyai kecerdasan yang melampaui orangtua. Ini pula yang menjadi salah satu pertimbangan orangtua memilih sekolah bagi putra putrinya.

 

 

Pada dasarnya mendidik anak merupakan kewajiban orangtua secara mutlak dan tidak bisa tawarkan lagi. Beberapa ayat Al-Quran dan hadits menunjukkan adanya isyarat tersebut meski secara teknis tanggung jawab tersebut boleh saja dilimpahkan kepada perorangan atau lembaga yang dianggap lebih memiliki kualifikasi. Karena itu, piliha orangtua dalam menentukan institusi pendidikan bagi anaknya merupakan sesuatu yang sangat penting.

 

 

Dalam ayat Al Quran Allah Swt. berfirman,

 

 

 

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 9)

 

 

 

Kemudian dalam sebuah haidts yang sudah terkenal atau sering kita dengarkan adalah tentang keyakinan atau akidah anak. Rasulullah Saw. bersabda,

 

 

 

“Sesungguhnya setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtuanya yang dapat menjadikannya Yahudi, Nasrani, dan Majusi.” (H.R. Bukhari)

 

 

Ayat dan hadits di atas memberi gambaran betapa orangtua memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan masa depan sang anak, baik menyangkut kesejahteraan hidupnya di dunia maupun kualitas keimanan sebagai bekal hidup di akhirat kelak.

 

 

Boleh jadi, pada saat penghitungan amal di hari akhir, orangtua yang akan pertama kali dimintai pertanggungjawaban atas keyakinan dan keimanan yang dimiliki sang anak. Jangan menganggap remeh pendidikan bagi anak, terutama menyangkut keyakinan dan agamanya.

 

 

 

Hal ini akan memiliki implikasi yang sangat luas, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat, bukan hanya pada anak tapi juga pada orangtua itu sendiri. Jadi, pilihlah institusi pendidikan yang dapat menjamin keselamatan akidah serta kesejahteraan mada depan anak.

 

 

 

Melihat dan memperhatikan anak Anda seperti yang Anda sampaikan terkait perkembangan spiritulnya, dalam pandangan saya, sudah sampai pada taraf yang menghawatirkan karena menyangkut akidah.  Saran saya, segeralah ambil tindakan terbaik sebelum terlambat.

 

 

Sebagaimana kita ketahui dalam proses pembentukan karakter seorang anak setidaknya ada tiga lingkungan yang akan berpenagruh. Pertama keluarga, bagaimana orangtua mengasuk dan mendidik anak-anaknya. Kedua adalah lingkungan masyarakat dan yang ketiga adalah lingkungan sekolah.

 

 

Sama halnya seperti lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah merupakan lingkungan kedua setelah lingkungan keluarga. Selain itu sebagian besar waktu anak juga akan dihabiskan bersama teman-temannya di sekolah. Mungkin dengan orangtua hanya malam saja atau ketika hari libur.

 

 

Oleh karena itu, Anda harus benar-benar jeli dan cermat dalam memilih sekolah untuk anak. Jangan gegabah atau asal-asalan. Bagaimanapun, lingkungan sekolah akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak Anda. Anak akan banyak mempunyai teman dan bergaul dengan intens dengan teman-temannya di sekolah dibanding dengan teman di lingkungan rumah.

 

 

Dengan demikian wajar kalau karakter anak akan dipengaruhi oleh lingkungan sekolah khususnya teman-temannya di sekolah.  Ada beberapa hal yang perlu orangtua perhatikan dalam memilih sekolah yaitu spiritual, emosional, jasmani, intelektual dan sosialnya.

 

 

Jadi sebenarnya bagi seorang muslim factor intelektual bukan menjadi hal yang prioritas tetapi faktor spiritualnya. Ingat, sangat satu tujuan pendidikan adalah mencetak atau melahirkan generasi yang cerdas dan bertakwa. Bukan sekedar cerdas tetapi juga bertakwa. Sebagai bahan renungan, mari kita cermati ayat berikut.

 

 

Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya. ’” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 133).

 

 

 

Selain mempunyai anak yang cerdas, kita juga ingin mempunyai anak-anak yang berbakti pada orangtua. Salah satu tanda anak yang berbakti pada orangtua adalah ia menjadi anak yang shalih shalihah dan bertakwa kepada Allah Swt.

 

 

Rasanya sangat sulit jika Anda mengharapkan anak yang shalih shalihah , cerdas bertakwa yang lahir dari lingkungan atau pendidikan yang non muslim atau non Islam tersebut. Segeralah ambil tindakan yang dapat menyelamatkan akidahnya dan masa depannya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

 

Sumber: Tanya Jawab Ustadz Online Bersama Ust Aam Amiruddin

 

5

 

Redaktur: admin [Berita Dunia Islam Paling Aktual & Terpercaya]

793

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *